Skip to main content

Tersenyum Sejenak

Malam yang sama seperti biasanya,  kesedihanku masih sama , kesedihan huha masih sama,  kami sama sama bersedih atas kepergian huba, kecemasan yang tiap saat datang melanda. Tangis yang tersembunyi dibalik wajah ceria, biarkan hanya aku dan huha yang merasakannya. Hari hariku masih sama.
Hari ini pemilik sekaligus designer butik memberiku berita tentang harapannya,  entah peduli sekali beliau dengan keadaanku,  harapan yang benar benar tak kusangka,  asisten designer?  menggantikan posisi yang, ah, seperti suatu yang mustahil jika melihat kemampuanku di bidang ini, ya aku tak ingin meremehkan diriku sendiri tentunya,  jika belum bisa aku harus belajar, dan aku harus bisa. 
Sejenak senyumku mengembang , ya walau rasa sedih ini masih ada . Aku tak mungkin memprotes Tuhan,  siapa aku yang menginginkan takdir yang lain. Yang aku ingin adalah huha kembali bahagia , sama seperti ketika huba masih ada.  Tentu saja huba masih ada , dia hanya berpindah alam,  semua mahluk bernyawa melakukannya .

Comments